About

Mencoba mengangkat fakta kehidupan manusia di era modern: tentang pikiran yang lelah, hati yang gelisah, tekanan hidup, kesehatan mental, fisik yang terabaikan, keuangan, makna hidup, perjalanan menjadi manusia yang lebih utuh, dan hubungan dengan Allah sebagai pusat dari segala tumpuan kehidupan manusia.

Karena masalah hidup bukan karena kurangnya informasi, tetapi kehilangan arah, kehilangan makna, dan terlalu lama hidup jauh dari diri sendiri.

Di sini, saya menulis tentang hal-hal yang banyak dirasakan manusia hari ini. Overthinking, perfeksionisme, burnout, kesepian, krisis identitas, tekanan finansial, hingga pencarian ketenangan di tengah dunia yang terus bergerak cepat.

Bukan untuk terlihat paling benar. Bukan juga untuk menjual motivasi tanpa isi. Tetapi untuk membantu kita hidup: lebih sadar, lebih tenang, lebih bertumbuh, dan perlahan kembali lebih dekat kepada Allah.

Jika hidupmu belum seperti yang kamu harapkan, kamu tidak sendirian. Dan selama kamu mau dan percaya, akan selalu ada jalan.

InsyaAllah.


Author

Selama lebih dari 15 tahun sebagai profesional di sebuah Utility Company, saya banyak bertemu dengan berbagai karakter manusia.

Dari sana saya mulai menyadari:
manusia sering kali tidak benar-benar membutuhkan lebih banyak informasi,
tetapi lebih ingin didengar,
lebih ingin dipahami.

Perjalanan membangun kehidupan dan aset perlahan dari nol memberi saya pelajaran tentang rezeki dan vibrasi keberlimpahan.

Di sisi lain,
menyadari bahwa kesehatan fisik adalah aset termahal setelah waktu,
membuat saya mulai melihat hidup dengan cara yang berbeda.

Ada masa di mana manusia merasa kuat,
sibuk mengejar banyak hal,
hingga lupa bahwa jiwa dan fisiknya pun punya hak.

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: (1) Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (2) Masa luangmu sebelum masa sibukmu, … “
(HR. Al-Hakim, shahih menurut syarah Imam Bukhari)

Dan mungkin,
semakin bertambah usia,
kita mulai sadar bahwa kehidupan bukan hanya tentang pencapaian,
tetapi juga tentang menjaga hati,
menjaga diri,
dan belajar kembali kepada apa yang benar-benar bermakna.

Kehidupan bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang apa yang benar-benar bermakna.

Yan Wijaya Logo Putih