Author
Selama kurang lebih 15 tahun sebagai profesional di sebuah Utility Company,
saya banyak bertemu dengan berbagai karakter manusia,
berbagai cara berpikir,
berbagai masalah hidup,
berbagai cara manusia menghadapi tekanan hidupnya masing-masing.
Dari sana saya mulai menyadari:
manusia sering kali tidak benar-benar membutuhkan lebih banyak nasihat,
tetapi lebih ingin didengar,
lebih ingin dipahami.
Perjalanan membangun kehidupan dan aset perlahan dari nol juga memberi saya banyak pelajaran:
tentang uang,
tentang rasa cukup,
tentang tekanan,
tentang ambisi,
dan tentang bagaimana memandang rezeki dengan lebih bijak.
Di sisi lain,
menyadari bahwa fisik tidak selalu akan sehat,
membuat saya mulai melihat hidup dengan cara yang berbeda.
Ada masa di mana manusia merasa kuat,
sibuk mengejar banyak hal,
hingga lupa bahwa dirinya pun punya batas.
Dalam sebuah hadist disebutkan:
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: (1) Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (2) Masa luangmu sebelum masa sibukmu, … “
(HR. Al-Hakim, shahih menurut syarah Imam Bukhari).
Dan mungkin,
semakin bertambah usia,
kita mulai sadar bahwa kehidupan bukan hanya tentang pencapaian,
tetapi juga tentang menjaga hati,
menjaga diri,
dan belajar kembali kepada apa yang benar-benar bernilai.

“Kehidupan bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang makna dibaliknya.”
